Rabu, 26 Januari 2011

ECO INDUSTRIAL PARK



Eco industrial park

Eco-industrial park adalah sebuah komunitas industri dan bisnis yang terletak bersama dalam sebuah kawasan. Komunitas tersebut mencari kinerja lingkungan, ekonomi dan sosial terbaiknya melalui kolaborasi dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya alam. Dengan bekerja bersama, komunitas bisnis tersebut mencari keuntungan kolektif.
Bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, eco-industrial park merupakan lahan untuk mengkaji dan menerapkan peraturan dan kebijakan yang lebih efektif bagi lingkungan yang juga menguntungkan kalangan usaha.
Kesuksesan eco-industrial park sangat tergantung pada kolaborasi lembaga pemerintah, perancang profesional, kontraktor proyek, dan perusahaan-perusahaan yang terlibat. Jika masih ada sekat-sekat yang membatasi kolaborasi antar pihak yang berkepentingan maka kesuksesan eco-industrial park sulit terwujud.
B. Tujuan dan Kegunaan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
 Memberikan informasi kepada masyarakat bahwa dalam menjalankan eco industrial park harus di sesuaikan dengan kebijakan –kebijakan yang berlaku.
 Tujuan eco-industrial park : meningkatkan kinerja ekonomi perusahaan-perusahaan yang tergabung/berpartisipasi sambil meminimasi dampak lingkungan yang terjadi.
 Mengetahui Good Governance sebagai tiang utama mewujudkan suatu kawasan yang berkelanjutan.
 Mengetahui Green Procuremen yaitu menguba pola prilaku belanja pemerintah.

Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan (Eco-Industrial Park / Esatate) merupakan sekumpulan industri dan bisnis jasa yang berlokasi pada suatu tempat di mana pelaku-pelaku di dalamnya secara bersama meningkatkan kinerja lingkungan, ekonomi dan sosialnya melalui kerjasama dalam mengelola issu lingkungan dan sumberdaya. Dengan cara bekerjasama akan diperoleh manfaat bersama yang lebih besar dibanding penjumlahan manfaat yang diperoleh oleh setiap industri. Bahasan komprehensif mengenai Kawasan Indutri Berwasasn Lingkungan dilakukan oleh Lowe (2001).
Tujuan dari Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan adalah untuk memperbaiki kinerja ekonomi bagi industri-industri di dalamnya dengan cara meminimalkan dampak lingkungannya.. Suatu kawasan industri tidak serta merta dapat menyatakan sebagai kawasan industri berwawasan lingkungan sekedar hanya telah melaksanakan satu atau beberapa hal sebagai berikut :
1. Pertukaran satu jenis produk samping
2. Sebagai kluster bisnis daur ulang
3. Kumpulan perusahaan berteknologi ramah lingkungan
4. Kumpulan perusahaan yang membuat produk ramah lingkungan
5. Kawasan industri yang dirancang dengan satu tema lingkungan seperti pemanfaatan energi tenaga sinar matahari
6. Wawasan yang memiliki infrastruktur atau konstruksi ramah lingkungan
7. Pengembangan kawasan multi-pakai untuk industri, komersial dan permukiman
Beberapa program yang berkaitan dengan pengembangan industri berwawasan lingkungan melalui :
1. Eco-industrial park (estate) (EIP / EIE) – kawasan industri yang dikembangkan dan dikelola untuk mencapai manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial sebanyak mungkin dan juga manfaat bisnis Virtual Eco-Industrial Park – industri-industri di suatu daerah yang tidak harus berada dalam sustu kawasan, namun terhubung melalui pertukaran limbah dan kerjasama pada tingkatan yang berbeda
2. By-product exchange (BPX) – sekelompok perusahaan yang saling mempertukarkan dan menggunakan produk samping (energi, air, dan bahan) daripada membuangnya sebagai limbah. Istilah-istilah yang sering dipakai BPX adalah industrial ecosystem, by-product synergy, industrial symbiosis, industrial recycling network, green twinning, zero emission network.
3. Eco-industrial network (EIN)- sekelompok perusahaan di suatu daerah yang bekerja sama untuk meningkatkan kinerja lingkungan, sosial dan ekonomi

Konsep dasar dalam pengembangan Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan meliputi ekologi industri, produksi bersih, perencanaan kota, aristektur, dan konstruksi berkelanjutan. Beberapa dasar ekologi industri yang dipakai untuk mengembangkan Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan meliputi :

1. Memadukan suatu perusahaan ke dalam ekosistem industri, menggunakan [a] Lingkar tertutup melalui pakai ulang dan daur ulang,pendekatan [b] Memaksimalkan efisiensi pemakaian bahan dan energi, [c] Memanfaatkan semua limbah sebagaiMeminimisasi timbulan limbah, [d] produk-produk potensial dan mencari pasar limbah.
2. Menyeimbangkan masukan dan keluaran ke dalam kapasitas ekosistem alam Mengurangi beban lingkungan yang diakibatkan oleh adanya pelepasan[a] Merancang antarmuka industri denganenergi dan bahan ke lingkungan [b] alam terkait dengan karakteristik dan sensitivitas (kepekaan) alam [c] Menghindari atau meminimisasi penciptaan dan transportasi bahan-bahan berbahaya dan beracun, dengan membuatnya secara lokal bila diperlu
3. Merekayasa ulang (re-engineer) pemakaian energi dan bahan-bahan untuk Merancang ulang proses untuk mengurangikeperluan industri [a] Mengganti teknologi dan desain produk untukpemakaian energi [b] mengurangi pemakaian bahan-bahan yang penyebarannya kurang memungkinkan Membuat produkuntuk dilakukan pungut ulang (recapture) [c] menggunakan bahan sesedikit mungkin (Dematerialisasi)
4. Penyesuaian kebijakan industri dengan perspektif jangka panjang dari evolusi sistem industry.
5. Merancang sistem industri dengan kepedulian kebutuhan sosial dan Mengoptimasi peluang bisnis lokal danekonomi masyarakat lokal [a] Memperkecil dampak pembangunanpengembangan kesempatan kerja [b] industri pada sistem regional melalui berbagai investasi dalam program-program masyarakat
Pengembangan ekologi industry merupakan suatu usaha untuk membuat konsep baru dalam mempelajari dampak sistem industri pada lingkungan. Ekologi industri adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola aliran energi atau material sehingga diperoleh efisiensi yang tinggi dan menghasilkan sedikit polusi.
Tujuan utamanya adalah untuk mengorganisasi sistem industri sehingga diperoleh suatu jenis operasi yang ramah lingkungan dan berkesinambungan. Strategi untuk mengimplementasikan konsep ekologi industri ada empat elemen utama yaitu : mengoptimasi penggunaan sumber daya yang ada, membuat suatu siklus material yang tertutup dan meminimalkan emisi, proses dematerialisasi dan pengurangan dan penghilangan ketergantungan pada sumber energi yang tidak terbarukan.
Pada kajian ini membahas penerapan ekologi industri di Indonesia. Industri di Indonesia berupa kawasan industri yang masih belum memiliki simbiosis satu sama lain sehingga masih menghasilkan polusi ke lingkungan. Dengan menerapkan konsep ekologi industri, kawasan industry dapat mengembangkan sistem pertukaran limbah yang dapat bermanfaat bagi industri tersebut.
Indonesia sebagai negara agraris dapat mengembangkan ekologi industri berbasis agroindustri. Keuntungan yang dapat diperoleh yaitu penurunan jumlah konsumsi energi fosil, sumber daya alam, dan mengurangi dampak lingkungan. Biaya produksi juga dapat dikurangi.
Sebuah eco-industrial park juga mencari keuntungan dengan komunitas tetangganya untuk meyakinkan bahwa secara keseluruhan pembangunan di kawasan tersebut membawa dampak positif. Perancangan sistem ini dirancang dengan kepedulian terhadap kebutuhan sosial dan ekonomi komunitas lokal:mengoptimalkan bisnis lokal dan penciptaan peluang lapangan kerja.
Keuntungan EIP bagi industry :
1. Penurunan ongkos produksi melalui peningkatan efisiensi material dan energi, pemanfaatan kembali air, dan menghindari sangsi peraturan pemerintah.
2. Peningkatan efisiensi menghasilkan produk-produk yang kompetitif.
3. Berbagi jasa konsultasi dan akses informasi.
4. Berbagi pelayanan umum: pengelolaan limbah, pelatihan, pengadaan barang, tim penanggulangan bencana, sistem informasi lingkungan, dll.
5. Meningkatkan nilai property

Keputusan mengenai lokasi eco-industrial park, infrastruktur, dan target rekrutmen tergantung pada batasan kapasitas pendukung lokal dan karakteristik ekologi dari lokasi yang potensial.

Keuntungan bagi lingkungan
 Mengurangi banyak sumber polusi dan limbah sejalan dengan berkurangnya kebutuhan akan sumber daya alam.
 Mengurangi beban lingkungan melalui pendekatan yang lebih inovatif menuju produksi yang lebih bersih (cleaner production). Usaha tersebut meliputi
a) Pencegahan pencemaran,
b) Efisiensi energi,
c) Manajemen air,
d) Perbaikan alam, dll

Alat pengembangan ekonomi yang ampuh bagi masyarakat sekitar.
 EIP yang berhasil dapat menarik perusahaan-perusahaan besar sehingga dapat meningkatkan nilai dari kawasan.
 Tercipta lapangan-lapangan kerja baru dalam fasilitas industri yang lebih ramah lingkungan.
 Bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, eco-industrial park merupakan lahan untuk mengkaji dan menerapkan peraturan dan kebijakan yang lebih efektif bagi lingkungan yang juga menguntungkan kalangan usaha.

Tantangan pembuatan EIP
1. Pembuatan eco-industrial park adalah kompleks karena memerlukan integrasi lintas bidang baik dalam desain maupun pembuatan keputusan.
2. Kesuksesannya sangat tergantung pada kolaborasi lembaga pemerintah, perancang profesional, kontraktor proyek, dan perusahaan-perusahaan yang terlibat.
3. Jika masih ada sekat-sekat yang membatasi kolaborasi antar pihak yang berkepentingan maka kesuksesan eco-industrial park sulit terwujud.
4. Beberapa keuntungan ekonomi dari eco-industrial park mungkin hanya terlihat jika dihitung dalam jangka panjang, bukan dalam perhitungan keuangan yang biasanya dilakukan tiap perusahaan.
5. Untuk itu pengembang perlu didukung oleh lembaga keuangan yang mampu memfasilitasi proyek dengan tingkat pengembalian yang lama.

sebagai kesimpulan bahwa :
 Tujuan dari Kawasan Industri Berwawasan Lingkungan adalah untuk memperbaiki kinerja ekonomi bagi industri-industri di dalamnya dengan cara meminimalkan dampak lingkungannya.
 Pola pendekatan yang dipakai meliputi desain infrastruktur kawasan dan pabrik berwawasan lingkungan, produksi bersih, efisiensi energi, dan kemitraan antar perusahaan
 Membangun Eco Indutrial Park tidak hanya bisa berarti membangun sektor industri semata, tetapi sebuah EIP yang baik adalah EIP yang juga mendorong maju dan berkembangnya masyarakat yang ada dalam kawasan industri tersebut. Hal ini hanya bisa terwujud bila keinginan yang kuat dari pemerintah untuk menjalankan fungsi Good Governance.
 Salah satu implementasi dari pembangunan berkelanjutan adalahuntuk mewujudkan “Green Procurement”. Green Procurement adalah salah satu upaya untuk mengubah pola konsumsi dan belanja pemerintah untuk lebih ramah terhadap lingkungan.

Untuk membangun sebuah Eco Industrial Park (EIP) yang baik, peran pemerintah dalam menjalankan fungsinya sebagai Good Government sangatlah penting dimana pemerintah sangat diharapkan dapat menjalankan fungsinya itu sesuai dengan aturan atau kebijakan-kebijakan yang baik dalam mengatur pengembangan EIP. Selain itu sangat di butuhkan juga kerja sama yang baik antara pemerintah, pelaku industri dan masyarakat untuk membangun EIP yang dapat meningkatkan efisiensi lingkungan, ekonomi, dan sosial sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

adbrite